NEWS

Komunitas Jalan Nordik Indonesia Mengajak Lansia terus Sehat

Demak - Komunitas Jalan Nordik Indonesia (KJNI) Kabupaten Demak terus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga jalan nordik atau nordic walking. Olahraga ini mulai diminati masyarakat, khususnya kalangan usia 50 tahun ke atas karena dinilai mampu membantu mengurangi keluhan persendian dan saraf.


Ketua KJNI Kabupaten Demak, Trisnoeddi Djatmiko, mengatakan jalan nordik merupakan olahraga berjalan menggunakan tongkat khusus yang mampu menggerakkan hampir 80 persen otot tubuh.

“Dengan jalan nordik, hampir 80 persen otot tubuh bisa bergerak. Banyak anggota yang sebelumnya mengalami masalah pada kaki, saraf, dan persendian, setelah rutin mengikuti kegiatan ini kondisinya menjadi lebih baik,” ujar Eddi Djatmiko usai peringatan HUT ke-1 KJNI di Gor Kalijaga Sport Center, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, mayoritas anggota komunitas berasal dari kalangan usia di atas 50 tahun. Pada usia tersebut, berbagai keluhan kesehatan mulai muncul akibat faktor usia maupun kurangnya aktivitas fisik.

“Rata-rata peserta memang usia 50 tahun ke atas. Biasanya keluhannya pada persendian, saraf, dan tubuh yang jarang bergerak. Setelah ikut jalan nordik, badan terasa lebih nyaman dan bugar,” tambahnya.

Eddi mengungkapkan masih banyak masyarakat yang menganggap penggunaan tongkat saat berjalan justru merepotkan. Padahal, tongkat tersebut menjadi bagian penting dalam olahraga nordik karena membantu mengaktifkan hampir seluruh organ tubuh saat bergerak.

“Banyak orang mengira memakai tongkat malah mengganggu, padahal justru membuat tubuh lebih sehat karena hampir seluruh organ tubuh ikut bergerak,” katanya.

Saat ini, KJNI Kabupaten Demak memiliki sekitar 120 anggota aktif. Latihan rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Sabtu. Kegiatan diawali dengan pemanasan selama sekitar satu jam, kemudian peserta melanjutkan jalan nordik sesuai kemampuan masing-masing.

Komunitas ini juga menerapkan iuran rutin sebesar Rp10 ribu per bulan untuk mendukung kegiatan bersama. Selain menyehatkan, jalan nordik dinilai mampu mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Salah satu anggota komunitas, Sujadi (64), mengaku merasakan manfaat besar setelah rutin mengikuti senam nordik.

“Tubuh terasa lebih sehat dan semangat kembali meski usia sudah tidak muda lagi,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat mencoba olahraga nordic walking karena dinilai mudah dilakukan dan bermanfaat bagi kebugaran tubuh.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar