NEWS

Rupiah Pagi ini Berpeluang Meningkat Menjelang Tahun Baru

Jakarta - Nilai tukar rupiah saat ini bergerak menguat terhadap dolar AS di awal perdagangan hari ini (23/25/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 0,10 persen menjadi Rp16.760 per dolar AS.


Dalam penutupan perdagangan hari Senin kemarin, rupiah melemah 0,16 persen atau 27 poin ke posisi Rp16.776 per dolar AS. Pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal, utamanya perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah dan konflik AS-Venezuela.

Hari Selasa ini, seiring menguatnya rupiah indeks dolar AS melemah ke level 98,11. “Oleh karena itu, Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS,” kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Selasa (23/12/2025).

Menurut Lukman, indeks dolar AS kembali melemah karena meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed pada Januari 2026.  Sehingga membuka peluang penguatan rupiah hari ini, meski penguatannya akan terbatas.

Rupiah menguat terbatas karena masih ada tekanan di dalam negeri. “Diantaranya prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dan kekhawatiran defisit anggaran,” ucap Lukman.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan. Para ekonom menilai pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tantangan besar, baik dari sisi domestik maupun global.

"Lembaga internasional, termasuk IMF, memproyeksikan kondisi ekonomi global 2026 tidak lebih baik dibandingkan 2025," kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi. Menurutnya, ketidakpastian perdagangan internasional yang meningkat serta dinamika geopolitik global perlu diantisipasi secara serius.

“Daya beli kelas menengah juga masih lemah karena risiko inflasi pangan serta penurunan investasi asing di luar sektor hilirisasi. Bencana di Sumatera pun akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional," ujarnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar