NEWS

Dari Sega Lengko sampai dengan Wayang Kulit Gagrak, 15 Warisan Budaya Cirebon Resmi Diakui

Cirebon - Sekarang aroma Sega Lengko yang melegenda, motif Batik Trusmi yang terkenal di seluruh dunia, dan denting cerita dalam Wayang Kulit Gagrak Cirebon diakui sebagai kekayaan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.


Secara resmi, lima belas karya budaya asli Kabupaten Cirebon ini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh pemerintah Jawa Barat. Identitas budaya masyarakat Cirebon yang telah diwariskan lintas generasi telah dilindungi dengan penetapan ini.

Menurut Fajar Sutresno, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, pengakuan tersebut merupakan penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Cirebon selama bertahun-tahun.

Fajar menyatakan pada Senin (22/6/2026), "Budaya yang kita miliki merupakan aset berharga yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus perlindungan terhadap kekayaan budaya Kabupaten Cirebon."

Menurutnya, kekayaan budaya Cirebon sangat beragam. Cirebon tidak hanya memiliki tradisi kesultanan yang kuat, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya budaya Jawa, Sunda, Tionghoa, Arab, dan lainnya, yang menghasilkan identitas unik yang tidak ditemukan di tempat lain.

Keanekaragaman ditunjukkan oleh ke-15 warisan budaya yang ditetapkan. Mulai dari bahasa daerah melalui Basa Cerbon, kerajinan Batik Trusmi, yang menjadi ikon ekonomi kreatif masyarakat, hingga berbagai ritual adat yang terus dilakukan hingga saat ini.

Tradisi Mapag Sri Cerbon, misalnya, menunjukkan rasa terima kasih agraris atas hasil panen mereka.

Sementara Memitu Cerbon dan Mudun Lemah Cerbon menunjukkan prinsip kehidupan yang mengiringi kehidupan manusia dari janin hingga masa pertumbuhan.

Sejumlah makanan khas juga mendapat pengakuan dari industri kuliner. Nama-nama seperti Sega Lengko, Pepes Intip Tahu, Tape Ketan Bakung, dan Tongseng Batembat menunjukkan bahwa kekayaan budaya tidak hanya ada dalam tradisi dan seni, tetapi juga dalam rasa yang diwariskan dari nenek moyang.

Selain itu, daftar tersebut mencakup berbagai seni dan tradisi unik dari Cirebon. Berokan, Ronggeng Bugis, Srabad, Wayang Golek Cepak Cerbon, dan Wayang Kulit Gagrak Cerbon adalah contoh karya seni masyarakat yang masih hidup di tengah arus budaya kontemporer.

Fajar menyatakan bahwa pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda Jawa Barat diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk belajar lebih banyak tentang, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya sendiri.

Dia menyatakan bahwa ini bukan hanya kebanggaan bagi Kabupaten Cirebon, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk memastikan warisan budaya leluhur tetap hidup dan tidak punah.

Basa Cerbon, Batik Trusmi, Berokan, Mapag Sri Cerbon, Masres, Memitu Cerbon, Mudun Lemah Cerbon, Pepes Intip Tahu, Ronggeng Bugis, Sega Lengko, Srabad, Tape Ketan Bakung, Tongseng Batembat, Wayang Golek Cepak Cerbon, dan Wayang Kulit Gagrak Cerbon adalah lima belas karya seni yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda dan dilindungi oleh pemerintah Jawa Barat.

Penetapan tersebut sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Cirebon sebagai salah satu pusat kebudayaan penting di Jawa Barat.

Di tengah perkembangan zaman yang terus berubah, pengakuan ini menjadi pengingat bahwa identitas daerah tidak hanya tersimpan dalam bangunan bersejarah, tetapi juga hidup dalam bahasa yang dituturkan, makanan yang disantap, ritual yang dijalankan, dan kesenian yang terus dipentaskan oleh masyarakatnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar