NEWS

Tradisi Syawalan Megono di Kajen Pekalongan

Pekalongan - Tradisi Syawalan adalah tradisi yang diselenggarakan setiap H+7 Lebaran. Di Wilayah Pekalongan, tepatnya di objek wisata Linggo Asri, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jumat (27/3/2026) pagi, Harmony Syawalan Megono 2026 berlangsung meriah. Kegiatan syawalan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan disediakan ribuan bungkus nasi megono yang telah disiapkan panitia bersama perwakilan dari berbagai kecamatan.


Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan, H. Sukirman, memberikan pesan bahwa Syawalan Megono sebagaimana makanan khas pekalongan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal. Sukirman menegaskan, tradisi ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nilai kebersamaan yang terus dijaga masyarakat.

“Syawalan Megono ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus nguri-nguri kebudayaan,” terang Sukirman.

Tradisi Syawalan Megono adalah pembagian nasi megono kepada masyarakat dan acara ini rutin digelar sepekan setelah Idul Fitri. Syawalan ini diisi dengan berbagai lomba kreasi nasi megono dan diikuti perwakilan dari 19 kecamatan. Dari Tradisi Syawalan ini, beragam kuliner khas turut meramaikan suasana, menjadikan lokasi acara dipadati pengunjung.

Sri Bekti, salah satu peserta lomba dari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, mengaku senang dan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bekti dan tim yaitu bersama warganya telah mempersiapkan kreasi megono sejak dini hari.

“Senang dan antusias, persiapannya dari malam, bahkan belanja sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya,” jelasnya.

Tidak hanya peserta lomba yang antusias, para pengunjung juga ikut merasakan antusias. Dia adalah Anto, Pengunjung Tradisi Syawalan Megono dari warga sekitart yang hadir bersama keluarga, mengaku rutin datang setiap tahun karena tertarik dengan suasana meriah dan sajian khas yang disediakan.

Sukirman menambahkan, Makanan Khas Sego Megono Pekalongan merupakan kekayaan kuliner Pekalongan yang harus terus dipromosikan agar semakin dikenal luas. Sukirman juga mengajak masyarakat untuk menikmati tradisi ini sebagai simbol kebersamaan sekaligus potensi wisata daerah.

“Tradisi Syawalan Megono dengan Sego Megono ini harus terus kita kampanyekan agar menjadi kebanggaan daerah dan mampu menarik wisatawan,” imbuhnya.

Syawalan ini juga turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekda, kepala OPD, camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Sejumlah penampilan hiburan seperti mpthree, ARH Dance Management, dan Puji Maharani semakin menambah kemeriahan. (red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar